Lara Melara
Sudah tercakupi banyak nelangsa
Mata dan air kerap beradu saling memangsa
Tanah dan batu bagaikan kehilangan jiwa Lupa diri...lupa siapa
Jangan bergerak
Sebab setiap gerak penuh dengan semak Berhenti bertindak
Karena setiap tindakan akan bergejolak D
Duhai... Sajak-sajak pilu tiada mampu mewakili kecewa
Nyanyian bisu mereka hanya suara deritan pintu saja
Tiada berarti.
Tiada bermakna.
Jiwa mereka mati.
Sanubari ditelan massa berapi.
Tetap saja, mereka tiada bergeming sepi Duduk manis dikursi penuh politisi
Ah, gampang sekali mereka bertampang Aku muak
Muak akan soalan yang mematikan khalayak Benci karena mereka layaknya banci.
Tiada dapat ku banggakan lagi.
Tanahku berdarah.
Jiwaku bernanah.
Kalian duduk manis tertawa penuh gairah
Mereka mati.
Mati ditangan kalian.
Hati kalian mati.
Mati kalian tiada berhati.
Biarkan rabbku bertindak.
Menyandak kalian sang pengkhianat bangsa.
Geudong, 25 mei 2019
Sudah tercakupi banyak nelangsa
Mata dan air kerap beradu saling memangsa
Tanah dan batu bagaikan kehilangan jiwa Lupa diri...lupa siapa
Jangan bergerak
Sebab setiap gerak penuh dengan semak Berhenti bertindak
Karena setiap tindakan akan bergejolak D
Duhai... Sajak-sajak pilu tiada mampu mewakili kecewa
Nyanyian bisu mereka hanya suara deritan pintu saja
Tiada berarti.
Tiada bermakna.
Jiwa mereka mati.
Sanubari ditelan massa berapi.
Tetap saja, mereka tiada bergeming sepi Duduk manis dikursi penuh politisi
Ah, gampang sekali mereka bertampang Aku muak
Muak akan soalan yang mematikan khalayak Benci karena mereka layaknya banci.
Tiada dapat ku banggakan lagi.
Tanahku berdarah.
Jiwaku bernanah.
Kalian duduk manis tertawa penuh gairah
Mereka mati.
Mati ditangan kalian.
Hati kalian mati.
Mati kalian tiada berhati.
Biarkan rabbku bertindak.
Menyandak kalian sang pengkhianat bangsa.
Geudong, 25 mei 2019
Komentar
Posting Komentar